AFI Mengabdi: Berpikir Setinggi Langit, Menapak Serendah Bumi di TPQ Nurul Hidayah.

Senin, 9 Maret 2026 . Sidomukti, Kota Salatiga.Delegasi Dari Divisi PSDM Dan Advokasi, Himpunan Mahasiswa Program Studi Aqidah Dan Filsafat Islam Masa Bhakti 2026/ 2027. Mengimplementasikan  program kerja yang sudah di sepakati dan dirancang sedemikian rupa, yakni AFI MENGABDI.

Mengulik Seputar tentang  AFI MENGABDI yaitu salah satu program yang memadukan antara konsep pengabdian kepada masyarakat dan mentransfer ilmu kepada masyarakat terkhususnya  kepada anak-anak serta dapat membantu kita bersosialisasi terhadap masyarakat sekitar. Hal tersebut merupakan  tri dharma perguruan tinggi   yang berpadu antara pengabdian dan pengajaran.  Kami memilih TPQ Nurul Hidayah Kalicacing sebagai tempat merealisasikan program kerja tersebut.       Alasan kami mengambil TPQ Nurul Hidayah Kalicacing yaitu ; karena tempatnya cocok untuk kegiatan pengabdian,  juga para santri TPQ  masih butuh pendampingan belajar. Selain itu lokasi mudah dijangkau, dan mempermudah  bagi kami untuk menjalankan kegiatan dan berbagi ilmu dengan adik-adik santri di sana. ditambah lagi TPQ Nurul Hidayah cocok untuk kegiatan

pengabdian mahasiswa,  jadi kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi santri dan juga bagi kami sebagai mahasiswa.

Pengabdian adalah cara kita membuktikan bahwa filsafat dan agama tidak membuat kita jauh dari manusia, justru membuat kita  semakin mencintai dan memahami mereka.  Seperti halnya Berpikir setinggi langit (Aqidah & Filsafat), namun menapak serendah bumi (Kemanusiaan).

AFI MENGABDI itu bukan sekedar mengajar anak-anak dalam membaca huruf arab tetapi secara tidak langsung  AFI MENGABDI  membuat kita tahu cara menghadapi anak  anak  dengan ke aktifan mereka yang berbeda beda. Dan tanpa kita sadari banyak yang kita peroleh dari kegiatan afi mengabdi ini mulai dari kesabaran, ketelatenan, kedisiplinan, dan lain sebagainya.

 Pada Senin, 9 maret 2026  hari pertama kami datang, ketika kami datang langsung di sambut hangat oleh bapak Robert Aqdam dan ibu  Dwi Lina Sulistyaningsih selaku pengasuh TPQ Nurul  Hidayah  dan  anak-anak santri  yang berada di pelataran masjid Al Hidayah. Tapi sebelum itu perwakilan dari salah satu kami yaitu Dimas Arif Sholikin, sebagai koordinatoor sekaligus penanggung jawab div.PSDM Dan Advokasi telah lebih dulu sowan dan bersilaturahmi di kediaman  bapak Robert Aqdam untuk meminta izin serta meminta doa untuk kelancaran program kerja tersebut. 

Pada hari itu anak-anak santri seperti biasa ada yang mengaji ada pula yang bermain dan bercanda sendiri tapi hal tersebut tidaklah menghalangi kami  untuk membantu membimbing anak-anak santri sembari mentransfer ilmu yang kami miliki sebagaimana yang telah di ajarkan di perkuliahan maupun di pesantren.

Sebagai  Mahasisawa  kami juga harus memiliki kesadaran untuk mengamalkan ilmu yang di peroleh agar menjadi ilmu yang amaliah, dan amal yang ilmiah melalui pengabdian kepada masyarakat khususnya di lingkup Fakultas Ushuluddin Adab Dan Humaniora Program Studi Aqidah Dan Filsafat Islam. Dari kami mengirimkan perwakilan delegasi dari divisi PSDM dan Advokasi 6 orang serta di  dampingi Divisi MEDINFO sebagai  tim medianya baik dari angkatan 2024 dan2025.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori tentang agama, pemikiran Islam, dan filsafat, tetapi juga mencoba mengimplementasikan nilai-nilai tersebut secara langsung di tengah masyarakat. Misalnya melalui kegiatan mengajar di TPQ, berbagi pengetahuan keagamaan, diskusi ringan, serta kegiatan sosial yang bermanfaat.

Anak-anak dengan sangat antusias ketika mendengar  “ siapa yang bisa sambung surah  pendek atau  membaca doa maka akan mendapat hadiah “ kata Berka Rilliant Putra selaku moderator, walaupun sesekali  anak-anak santri bercanda sendiri tapi itu  adalah hal yang maklum  bagi anak-anak seusianya.

Kegiatan tersebut berakhir dengan bermain game dan doa bersama untuk segera pulang dan berbuka puasa di tempat masing-masing. Tak lupa dari kami sedikit memberi bingkisan jajan untuk di bawa pulang.

Selasa, 10 Maret 2026 hari ke dua kami datang, seperti  hari kemarin  kami di sambut  anak-anak santri  yang sudah menunggu di pelataran dan di teras masjid  untuk  memulai mengaji, begitu kami datang kegiatan mengaji langsung di mulai. Anak-anak mengaji menggunakan metode iqra’ sampai dengan Al-Qur’an. Begitu selesai moderator dari kami mulai membuka dengan salam perkenalan lalu game sebelum pulang agar anak-anak lebih semangat untuk mengaji.  Tak lupa kami membagikan doorprize dan bingkisan untuk di bawa pulang ke rumah masing-masing.

 Pada Rabu,11 Maret 2026 hari terakhir kami menjalankan  program AFI MENGABDI. Kami hanya bermain game edukasi karena waktu yang sudah mepet dengan waktu per pulangan anak-anak santri. maka, kami langsung saja bermain game edukasi dan berbagi hadiah dari kami, setelah mulai tenang ada sambutan dari Muhammad Alaikal Fahmi, selaku ketua umum Himpunan Program Studi Aqidah Dan Filsafat Islam menyampaikan rasa terima kasih dan meminta maaf apabila tingkah laku kami ada yang kurang sopan dan berkenan di benak beliau beserta anak-anak santri. kemudian di lanjut sambutan dari bapak Robert Aqdam, selaku pengasuh sekaligus ustaz TPQ Nurul Hidayah beliau menyampaikan petuah-petuah  bijak tentang kefilsafatan dan pengabdian.

Kemudian di lanjut pemberian kenang kenangan berupa sertifikat untuk TPQ Nurul Hidayah  dan bingkisan besar di bawa pulang bapak Robert beserta istrinya. Dan kemudian di lanjut sesi foto bersama.

Tanpa kami sadari ternyata beliau (Bapak Robert Aqdam) juga mempersiapkan makanan dan takjil untuk kami bawa pulang.       Dari pengalaman tersebut kami dapat belajar bahwa ilmu yang tidak di bagikan kepada orang lain adalah ilmu yang tidak bermanfaat, dan juga bahwa pengabdian bukan hanya soal membantu tapi juga tentang bagaimana kita mentransfer ilmu agar ilmu kita bermanfaat, tentang bagaimana kita dapat belajar dari pengalaman, tentang bagaimana kita mendapat ilmu baru tanpa membeli tapi melalui kehidupan di sekitar