FORUM INTELEKTUAL ; REINKARNASI DALAM SUDUT PANDANG ISLAM

Kamis, 09 April 2026 – Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengadakan forum diskusi dengan topik “Reinkarnasi dalam sudut pandang Islam”, forum ini dikoordinasi oleh tim divisi Riset dan Kajian – merupakan salah satu dari program kerja divisi tersebut. Forum ini dilakukan dengan harapan, legitimasi esensial mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam dalam melakukan kajian mendalam mengenai topik yang cukup kontroversial.

Forum ini dipimpin oleh Zhaqi Ferdi Maulana, mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam UIN Salatiga angkatan 24 sekaligus salah satu anggota dari divisi Riset dan Kajian, Ferdi berperan sebagai moderator, sedangkan narasumbernya adalah Bapak Muhammad Kholil Ridwan, M.A., seorang dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai Al-Quran dan Tafsir. Beliau merupakan alumnus dari Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, lebih tepatnya dari program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Beliau juga memiliki pengalaman organisasi yang mumpuni, seperti Demisioner Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, IAIN Salatiga pada tahun 2014-2015 serta Demisioner Pemika (Persatuan Mahasiswa Indonesia Kanada) pada tahun 2023-2024. Maka dari itu, Bapak Muhammad Kholil Ridwan menjadi narasumber pada forum ini.

Forum ini diselenggarakan di Gedung Kuliah C, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, lebih tepatnya di Ruang C9. Forum ini juga dibuka untuk umum, dengan bukti bahwasanya ada mahasiswa umum dari Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam yang mengikuti forum ini. Forum ini membawa tema “Reinkarnasi dalam sudut pandang Islam”, tema yang sedikit bertentangan dalam Islam itu sendiri. Pemantik membawakan pemahaman akan reinkarnasi terlebih dahulu. Reinkarnasi adalah kepercayaan bahwa jiwa seseorang akan terlahir kembali ke dalam tubuh yang berbeda setelah mengalami kematian. Kelahiran kembali ini dalam Hindu memiliki arti bahwasanya orang itu belum selesai menuju tujuan hidupnya yang hakiki. Dikatakan juga bahwa waktu dalam kehidupan memiliki dua teori, yakni Linear (lurus) dan Cyclical (berputar). Semakin orang tersebut takut akan kematian, maka orang tersebut akan semakin egois. Padahal sebenarnya hakikat kematian adalah kesempurnaan, suatu bentuk kesempurnaan dalam perjalanan kehidupan dan jiwa manusia bersifat abadi.