SALATIGA – Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Salatiga kembali menunjukkan taringnya dalam dunia literasi. Mengakhiri masa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) tahun 2024, sepuluh mahasiswa BSA resmi meluncurkan karya antologi berjudul “Jejak Langkah Merajut Makna: Catatan PPL UIN Salatiga 2024 di PP Kreatif Baitul Kilmah”.
Buku ini merupakan buah pikiran dan kristalisasi pengalaman selama menjalani masa PPL di Pondok Pesantren Kreatif Baitul Kilmah, Yogyakarta, di bawah bimbingan langsung pengasuh pesantren yang juga sastrawan nasional, Dr. KH. Aguk Irawan, MN.
Kolaborasi Pemikiran dan Kreativitas
Buku ini memuat konten yang sangat kaya, mulai dari terjemah Manaqib Syekh Yusuf Al-Makassari, kajian biografi dan pendidikan, hingga ulasan mendalam mengenai Tarekat Khalwatiyyah. Tidak hanya aspek akademis-religius, buku ini juga dimeriahkan dengan kumpulan cerpen dan catatan harian yang menyentuh sisi humanis mahasiswa selama berada di lokasi PPL.
Adapun sepuluh penulis muda yang berkontribusi dalam karya ini adalah: Fitriyatul Ma’shumah, Siti Ayyul Khizbaini, Itsna Bidavin Bya, Azizatun Nisa, Alia Nur Faizatun, Alivia Mauliza Rh, Azimatuddiyanah, Febriana Puji Lestari, Luki Ratna Sari, Quds Risda Aqila.
Apresiasi dari Program Studi
Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Salatiga menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas pencapaian ini. Menurutnya, terbitnya buku ini membuktikan bahwa mahasiswa BSA tidak hanya cakap secara teori di kelas, tetapi juga mampu menghasilkan output konkret yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Ini adalah tradisi akademik yang sangat positif. Mahasiswa tidak sekadar datang dan pergi dari lokasi PPL, tetapi meninggalkan jejak intelektual yang bisa dibaca oleh generasi mendatang,” ungkap Kaprodi BSA.
Buku setebal 842 halaman ini disampaikan ke Prodi setelah melalui proses penyuntingan selama satu tahun pasca PPL mereka. Kepada Kaprodi, Ketua Kelompok, Itsna Bidavin Bya menyampaikan bahwa mereka belum bisa memberikan yang terbaik utnuk penerbitan ini. “‘Ala khulli hal, saya tetap bangga kepada kalian”, puji Kaprodi kepada kelompok ini. Hadirnya buku ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan menghidupkan budaya literasi di lingkungan kampus maupun pesantren.
