SALATIGA – Rektor UIN Salatiga kembali melanjutkan agenda rutin Safari Pembinaan pada 3/3, yang kali ini menyambangi Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (Fuadah). Dalam pertemuan strategis tersebut, Rektor memberikan penegasan khusus mengenai posisi vital Fuadah sebagai jantung keislaman atau core akademik di lingkungan UIN Salatiga.
Benteng Keislaman yang ‘Keramat’
Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa program studi (prodi) yang ada di Fuadah memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi. Rektor menyebut prodi-prodi ini sebagai prodi “keramat” yang menjadi identitas dasar universitas. “Berapapun jumlah mahasiswanya, prodi-prodi di Fuadah harus tetap dipertahankan dan diperjuangkan. Ini adalah marwah kita sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam,” tegas Rektor di hadapan jajaran pimpinan fakultas. Mengingat tantangan zaman yang semakin kompleks, Rektor menyerukan pentingnya sinergitas, kolaborasi, dan kerja sama yang solid di internal fakultas maupun antar-lembaga untuk menjaga eksistensi dan relevansi Fuadah ke depan.

Wacana Fakultas Al-Qur’an dan Assunnah: Peluang atau Tantangan?
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor (Warek) 1 memberikan informasi krusial hasil pertemuan dengan Dirjen Kemenag RI. Saat ini, muncul wacana pusat mengenai pendirian Fakultas Al-Qur’an dan Assunnah, mengadopsi model yang diterapkan oleh Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).Wacana ini menjadi diskusi hangat terkait bagaimana posisi Fuadah jika fakultas baru tersebut nantinya berdiri. Hal ini menuntut Fuadah untuk segera melakukan kajian mendalam dan pemetaan potensi agar tetap memiliki daya saing yang unik.
Komitmen Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA)
Merespons arahan pimpinan, Kaprodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti langkah-langkah strategis ke depan. Fokus utama dalam waktu dekat adalah penguatan rekrutmen mahasiswa baru.”Kami akan bergerak cepat menindaklanjuti arahan Rektor dan Warek 1. Mahasiswa baru akan terus diarahkan untuk mengenal dan memilih Fuadah sebagai tujuan studi utama, khususnya pada Prodi BSA yang memiliki akar keilmuan yang kuat,” ungkap Kaprodi BSA.
Safari Pembinaan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga “ruh” UIN Salatiga melalui penguatan akademik dan manajerial di Fuadah, agar tetap tegak berdiri di tengah arus modernisasi pendidikan.
