SALATIGA – Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Salatiga menggelar kegiatan belajar bersama dengan mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan UKSW Salatiga yang dilaksanakan di Kampus UKSW Salatiga. Kegiatan kolaboratif ini mengangkat tema “Keberagaman sebagai Ruang Belajar: Dialog Mahasiswa untuk Toleransi dan Kemanusiaan.” Agenda tersebut menjadi ruang perjumpaan akademik lintas kampus untuk mengenalkan keberagaman agama, memperkuat sikap toleransi, serta membangun pemahaman mahasiswa tentang pluralisme, multikulturalisme, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran langsung di luar ruang kelas. Melalui agenda tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep keberagaman secara teoritis, tetapi juga mengalami proses dialog, perjumpaan, dan pertukaran pandangan secara langsung dengan mahasiswa dari latar belakang keilmuan dan institusi yang berbeda.
Dosen pengampu mata kuliah menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami realitas keberagaman di masyarakat.
Menurutnya, pembelajaran tentang keberagaman tidak cukup hanya dilakukan melalui teks atau materi kuliah, tetapi juga perlu diperkuat melalui pengalaman dialogis. Dengan bertemu dan berdiskusi langsung, mahasiswa dapat memahami bahwa perbedaan agama, pandangan, maupun latar belakang sosial bukanlah penghalang untuk membangun relasi yang saling menghormati.
“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang keberagaman. Mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk saling mengenal, berdiskusi, dan memahami nilai-nilai toleransi secara lebih nyata,” jelasnya
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kristina Roseven Nababan sebagai narasumber dari UKSW Salatiga. Ia memberikan penguatan mengenai pentingnya dialog, keterbukaan, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
Kristina menekankan bahwa keberagaman perlu dipahami sebagai ruang belajar bersama. Melalui perjumpaan lintas latar belakang, mahasiswa dapat belajar melihat perbedaan bukan sebagai sekat, melainkan sebagai kesempatan untuk membangun pemahaman, empati, dan solidaritas kemanusiaan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi atau Focus Group Discussion (FGD). Setiap kelompok sengaja diisi secara campuran, terdiri atas mahasiswa UIN Salatiga dan UKSW Salatiga. Melalui format ini, mahasiswa didorong untuk saling berdialog, bertukar pengalaman, serta mengenal perspektif satu sama lain.
Diskusi berlangsung dengan suasana terbuka dan partisipatif. Para mahasiswa membahas berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan keberagaman, relasi antaragama, toleransi, pluralisme, multikulturalisme, serta pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain menjadi ruang akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jejaring sosial antarmahasiswa lintas kampus. Melalui interaksi langsung, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan sikap saling menghargai, mematahkan prasangka, serta memahami bahwa keberagaman merupakan bagian penting dari kehidupan bangsa Indonesia.
Kolaborasi antara mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Salatiga dengan mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan UKSW Salatiga ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik pembelajaran yang inklusif, dialogis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat multikultural.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya perguruan tinggi sebagai ruang pembentukan kesadaran kebangsaan, toleransi, dan kemanusiaan di tengah masyarakat yang majemuk.
#prodi






