UPDATE KABAR SEPUTAR PRODI IAT

Kuliah Tamu Tafsir Indonesia Bahas Tafsir at-Tanwir dan Islam Berkemajuan Perspektif Muhammadiyah

SALATIGA – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Tafsir Indonesia dengan tema “Tafsir at-Tanwir dan Islam Berkemajuan: Perspektif Muhammadiyah dalam Menafsirkan Al-Qur’an” pada Jumat, 5 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika yang antusias mendalami perkembangan tafsir kontemporer di Indonesia.

Kegiatan kuliah tamu ini diinisiasi oleh dosen pengampu mata kuliah Tafsir Indonesia, Siti Robikah, M.Ag., yang sekaligus bertindak sebagai moderator selama berlangsungnya acara. Dengan arahan dan pengelolaan yang baik, kegiatan berjalan lancar serta menghadirkan diskusi yang aktif dan konstruktif antara narasumber dan peserta.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Farid Hasan, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan akademik seperti kuliah tamu sebagai sarana memperluas wawasan mahasiswa mengenai khazanah tafsir Indonesia, khususnya yang berkembang dalam lingkungan organisasi keagamaan di Indonesia.

Selanjutnya, materi disampaikan oleh Ninin Karlina, Ketua Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo, yang mengulas secara komprehensif mengenai Tafsir at-Tanwir sebagai salah satu karya tafsir penting yang lahir dari Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Tafsir at-Tanwir menggunakan metodologi tafsir tahlili dengan memadukan pendekatan bayani, burhani, dan irfani. Pendekatan tersebut memungkinkan penafsiran Al-Qur’an dilakukan secara tekstual, rasional, sekaligus spiritual sehingga menghasilkan pemahaman yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa Tafsir at-Tanwir mengedepankan analisis maqashidi dan pendekatan multidisipliner dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Melalui pendekatan tersebut, berbagai persoalan kontemporer dapat dikaji secara lebih komprehensif dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai utama Al-Qur’an.

Dalam pembahasannya, Ninin Karlina menyoroti sejumlah isu utama yang menjadi perhatian dalam Tafsir at-Tanwir, antara lain isu tauhid, kemanusiaan, dan lingkungan hidup. Menurutnya, ketiga isu tersebut menjadi bagian penting dari visi Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah dalam menghadirkan ajaran Islam yang responsif terhadap tantangan zaman serta mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

Ketua Program Studi IAT, Farid Hasan, M.Hum., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Siti Robikah, M.Ag., atas inisiasi dan dedikasinya dalam menghadirkan kegiatan akademik yang bermanfaat bagi mahasiswa. Menurut beliau, kuliah tamu semacam ini menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam memahami perkembangan metodologi dan corak tafsir di Indonesia.

“Kami mengapresiasi Ibu Siti Robikah, M.Ag., selaku dosen pengampu mata kuliah Tafsir Indonesia yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini. Kehadiran narasumber yang kompeten memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dalam memahami Tafsir at-Tanwir dan gagasan Islam Berkemajuan yang dikembangkan Muhammadiyah,” ujar Farid Hasan.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber, panitia, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat akademik yang luas.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta terkait metodologi Tafsir at-Tanwir, relevansinya terhadap isu-isu kontemporer, serta kontribusinya dalam pengembangan studi tafsir di Indonesia. Antusiasme peserta dalam diskusi menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap kajian tafsir Indonesia yang terus berkembang dan relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat saat ini.