UPDATE KABAR SEPUTAR PRODI IAT

Penyerahan Manuskrip Al-Qur’an K.H. Zubair Umar Jailani ke Laboratorium Filologi FUADAH: Merawat Tradisi, Perkuat Pengembangan Riset Manuskrip Al-Qur’an

SALATIGA – Penyerahan Manuskrip Al-Qur’an K.H. Zubair Umar Jailani dari perpustakaan UIN Salatiga kepada Laboratorium Filologi Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH) UIN Salatiga menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya akademik dan pengembangan riset di FUADAH khususnya Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) pada pengembangan riset manuskrip. Kegiatan ini tidak hanya merepresentasikan upaya pelestarian warisan intelektual ulama Nusantara, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan penelitian manuskrip sebagai salah satu kajian di Prodi IAT UIN Salatiga.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Kepala Unit Perpustakaan Ibu Ifonilla Yenianti, MA, Kepala Laboratorium Dr. Mohamad Nuryansah, M.Hum, Ketua Program Studi IAT Farid Hasan, M.Hum dan Ketua Program Studi SPI A. Faidy, M.A, serta diikuti dosen FUADAH Wahyu Setyaningsih, dan Almer Samantha.

Menurut Kaprodi IAT hadirnya manuskrip penting dari salah satu tokoh besar di Salatiga menjadi bentuk komitmen dalam pelestarian manuskrip sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber primer dalam pengembangan riset bagi mahasiswa dan dosen.

Penyerahan manuskrip ini merupakan ikhtiar untuk mengembalikan warisan intelektual seorang ulama besar ke ruang akademik, agar dapat terus dipelajari, diteliti, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Manuskrip tersebut bukan hanya dokumen bersejarah, tetapi juga menjadi saksi perjalanan keilmuan Islam yang menyimpan nilai ilmiah, budaya, dan spiritual yang sangat berharga.

K.H. Zubair Umar Jailani dikenal sebagai ulama yang memberikan kontribusi besar dalam perkembangan ilmu falak di Indonesia. Jejak pemikirannya tidak hanya dikenal melalui karya-karya ilmiah, tetapi juga melalui manuskrip yang mencerminkan tradisi keilmuan Islam yang berkembang di Nusantara.

Bagi Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir FUADAH UIN Salatiga, penyerahan manuskrip ini memiliki makna yang sangat strategis. Manuskrip Al-Qur’an dan naskah keislaman merupakan sumber primer yang sangat penting dalam pengembangan berbagai bidang kajian, seperti filologi, kodikologi, sejarah intelektual Islam, studi Al-Qur’an, tafsir, hingga penelitian tentang transmisi keilmuan ulama Nusantara. Keberadaan sumber-sumber autentik tersebut akan memperkaya pengalaman akademik mahasiswa sekaligus memperluas ruang penelitian dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

Keikutsertaan Kaprodi IAT dalam kegiatan ini juga menunjukkan komitmen Prodi untuk terus membangun budaya riset yang berorientasi pada pemanfaatan sumber-sumber primer. Pengembangan riset manuskrip menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya pada bidang studi Al-Qur’an dan Tafsir. Melalui kajian manuskrip, mahasiswa tidak hanya mempelajari isi teks, tetapi juga memahami konteks sejarah, karakteristik penulisan, proses transmisi ilmu, hingga memahami bagaimana sebuah peradaban dibangun dengan sebuah karya.

Lebih jauh, keberadaan Manuskrip Al-Qur’an K.H. Zubair Umar Jailani di lingkungan FUADAH diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai program akademik yang inovatif, seperti penelitian kolaboratif, seminar ilmiah, digitalisasi manuskrip, publikasi hasil kajian, serta penguatan laboratorium kajian manuskrip. Program-program tersebut akan menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan tradisi keilmuan klasik dengan pendekatan akademik kontemporer.

Momentum ini juga semakin mengukuhkan posisi *Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir FUADAH UIN Salatiga sebagai salah satu program studi yang tidak hanya fokus pada kajian teks Al-Qur’an dan tafsir, tetapi juga berkomitmen mengembangkan penelitian berbasis manuskrip sebagai bagian dari pelestarian khazanah keilmuan Islam Indonesia. Penguatan riset manuskrip diharapkan mampu menghasilkan berbagai temuan ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan studi Al-Qur’an, sejarah intelektual Islam, dan pelestarian warisan ulama Nusantara.

Melalui penyerahan Manuskrip Al-Qur’an K.H. Zubair Umar Jailani ini, FUADAH UIN Salatiga semakin menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan pelestarian warisan intelektual dengan pengembangan riset akademik. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi akademisi yang tidak hanya memahami Al-Qur’an dan Tafsir secara mendalam, tetapi juga mampu menggali, merawat, dan mengembangkan khazanah manuskrip Islam sebagai bagian penting dari peradaban bangsa.