UPDATE KABAR SEPUTAR PRODI IAT

B-ISComE 2026 Digelar di UIN Salatiga, Mahasiswa IAT UIN Salatiga Angkat Relasi Islam-Ahlul Kitab dalam Isu Kemanusiaan Global

Salatiga (18/2/26) – Aula Pascasarjana Kampus 1 UIN Salatiga menjadi lokasi penyelenggaraan Bilateral International Students Community Engagement (B-ISComE) 2026 Chapter Universiti Malaya, Malaysia. Kegiatan ini dibuka melalui seminar internasional yang menghadirkan Dr. Razak Zakaria dari Universiti Malaya dan Prof. Mukti Ali, S.Ag., M.Hum. dari UIN Salatiga. Acara secara resmi dibuka oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Phil. Widiyanto, yang menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam menjawab tantangan global melalui tema “Law, Education, and Sustainable Development Goals (SDGs)”.

Salah satu partisipan yang menarik perhatian dalam forum ini adalah Haikal Al Fiqri, mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir FUADAH UIN Salatiga. Dalam sesi Parallel Session B: E.1.2, Haikal mempresentasikan paper berjudul “Islamic and Ahlul Kitab Relations in Responding to Humanitarian Issues: A Study of Tafsir Al-Misbah.” Kajian tersebut berangkat dari inspirasi Kota Salatiga sebagai kota toleran, di tengah realitas global yang sarat persoalan kemanusiaan pada ranah pendidikan, sosial, ekonomi, hingga politik.

Melalui pendekatan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, penelitian tersebut menekankan pentingnya relasi harmonis antara Islam dan Ahlul Kitab dalam merespons isu-isu kemanusiaan. Globalisasi yang disertai munculnya ekstremisme beragama dinilai memperumit persoalan, sehingga kolaborasi lintas iman menjadi kebutuhan mendesak. Agama tidak cukup diposisikan sebagai pedoman spiritual semata, tetapi perlu hadir dalam tindakan sosial yang konkret.

Kajian ini juga dikaitkan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs Nomor 4 tentang Quality Education. Pendidikan inklusif dan merata dinilai membutuhkan kontribusi nilai-nilai keagamaan, baik melalui penguatan moral maupun dukungan nyata seperti bantuan pendidikan dan beasiswa berbasis keagamaan.

Dalam sesi diskusi, presentasi Haikal mendapatkan respon positif dari mahasiswa doktoral Universiti Malaya yakni Muhammad Kamil (Education STEM). Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa kajian keislaman memiliki relevansi kuat dalam percakapan akademik internasional serta mampu memberikan tawaran solusi atas problem kemanusiaan global.

Partisipasi Haikal Al Fiqri dalam B-ISComE 2026 menegaskan peran aktif mahasiswa UIN Salatiga di forum internasional sekaligus memperlihatkan bahwa studi Al-Qur’an dan tafsir tetap kontekstual dalam menjawab tantangan zaman.