HMPS Ilmu Hadis Gelar Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah, Dorong Mahasiswa Produktif Berkarya

Yogyakarta — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hadis sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa ini mendapat sambutan antusias dari para peserta, yang berasal dari berbagai angkatan di lingkungan prodi Ilmu Hadis.

Pelatihan ini hadir sebagai respons atas kebutuhan nyata mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah yang memenuhi standar akademik. Banyak mahasiswa, terutama di tingkat awal, masih merasa kesulitan dalam merumuskan masalah, membangun argumen, hingga menyusun sistematika tulisan yang runtut dan ilmiah. Melalui pelatihan ini, HMPS Ilmu Hadis berupaya menjembatani kesenjangan tersebut.

“Menulis karya ilmiah bukan hanya soal mengikuti aturan format, tetapi tentang bagaimana kita berpikir kritis, mengolah data, dan menyampaikan gagasan secara jujur dan bertanggung jawab.”

— Haikal Al Fikri, Pemateri · Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Angkatan 2022

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Muhammad Hilmi Angga Pratama dari prodi Ilmu Hadis angkatan 2025, yang berhasil menciptakan suasana diskusi yang interaktif dan kondusif. Dengan gaya moderasi yang lugas namun ramah, ia mampu mendorong peserta untuk aktif bertanya dan berbagi pengalaman seputar tantangan yang mereka hadapi dalam menulis karya ilmiah.

Pemateri utama, Haikal Al Fikri dari prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir angkatan 2022, membawakan materi dengan pendekatan yang praktis dan mudah dipahami. Ia menguraikan tahapan penulisan karya ilmiah mulai dari pemilihan topik yang relevan, penyusunan kerangka berpikir, teknik pengumpulan dan analisis data, hingga etika penulisan akademik yang mencakup cara menghindari plagiarisme. Pengalaman beliau sebagai mahasiswa senior yang telah aktif berkarya menjadi nilai lebih yang membuat materi terasa dekat dan membumi bagi peserta.

Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian paling hidup dalam pelatihan ini. Para peserta antusias melontarkan pertanyaan seputar teknik penulisan abstrak, cara menyusun daftar pustaka yang benar, hingga strategi publikasi karya ilmiah di jurnal akademik. Pemateri merespons setiap pertanyaan dengan sabar dan disertai contoh konkret, sehingga pemahaman peserta semakin menguat.

Ketua HMPS Ilmu Hadis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap pelatihan ini dapat menjadi awal dari tradisi menulis yang kuat di lingkungan prodi. Ke depan, HMPS berencana mengadakan sesi lanjutan yang lebih intensif, termasuk program pendampingan penulisan karya ilmiah untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi akademik tingkat nasional.