Tingkatkan Kompetensi Riset Interdisipliner, Prodi Ilmu Hadis UIN Salatiga Gelar KKL ke UINSA, Bromo, dan Kampung Qur’an

Salatiga, 28 April 2026 – Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sukses melaksanakan rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Riset Interdisipliner dengan mengusung tema utama “Menguatkan Kajian Ushuluddin, Adab, dan Humaniora sebagai Upaya Meneguhkan Kerukunan Umat Beragama”. Kegiatan tahunan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar kampus sekaligus memperdalam pemahaman mahasiswa dalam mengkaji hadis secara kontekstual dan aplikatif di berbagai lanskap akademik maupun sosial budaya.

KKL yang berlangsung selama beberapa hari tersebut mencakup serangkaian studi banding dan penelusuran lapangan yang tersebar di sejumlah titik strategis di Provinsi Jawa Timur. Dalam perjalanan ilmiah ini, mahasiswa dan dosen pendamping tidak hanya berfokus pada penguatan metodologi riset keagamaan, tetapi juga menelaah praktik keberagamaan lintas iman, dialektika antara teks dan kearifan lokal, serta peran pendidikan Al-Qur’an dalam merawat kerukunan di tengah masyarakat multikultural. Berikut rangkaian lengkap kegiatan KKL yang telah dilaksanakan.

Silaturahmi Akademik: Studi Banding ke UIN Sunan Ampel Surabaya

Rombongan yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis beserta civitas akademika FUADAH memulai perjalanan KKL dengan mengadakan kunjungan akademik ke Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Kunjungan ini disambut hangat oleh jajaran dosen dan pengelola Program Studi Ilmu Hadis di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINSA.

Kegiatan yang dipusatkan di Kampus UINSA ini membuka ruang diskusi dan berbagi praktik baik tentang kurikulum mutakhir, model pembelajaran dialogis, serta strategi integrasi antara kajian turats (warisan klasik) dan pendekatan kontemporer dalam studi hadis. Kedua belah pihak juga sepakat untuk terus memperkuat jejaring kolaboratif, baik dalam bentuk penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, maupun pelaksanaan kegiatan ilmiah lainnya.

Menelusuri Harmoni Sosial: Eksplorasi Kebudayaan Tengger di Lereng Bromo (29 April 2026)

Memasuki agenda selanjutnya yang digelar pada tanggal 29 April 2026, mahasiswa Prodi Ilmu Hadis bersama beberapa program studi lain dari FUADAH bertolak ke kawasan pegunungan guna melakukan observasi lapangan di Kampung Adat Suku Tengger yang terletak di kawasan Lereng Gunung Bromo, Jawa Timur. Kawasan ini menjadi lokasi strategis bagi mahasiswa untuk menelaah langsung realitas harmoni sosial antarumat beragama.

Di perkampungan adat tersebut, para mahasiswa menyaksikan langsung bagaimana masyarakat Tengger yang didominasi oleh penganut Hindu dapat hidup berdampingan secara damai dengan komunitas muslim setempat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga melakukan dialog dengan tokoh adat dan masyarakat untuk menggali nilai-nilai toleransi, kearifan lokal, serta tantangan menjaga kerukunan lintas iman di era modern. Pengalaman empirik ini menjadi bekal bagi mahasiswa dalam merumuskan pendekatan dakwah yang lebih kontekstual dan humanis.

Membumikan Al-Qur’an: Kunjungan Edukatif ke Kampung Qur’an

Sebagai puncak dari rangkaian KKL, Prodi Ilmu Hadis melakukan kunjungan khusus ke Kampung Qur’an yang menjadi laboratorium hidup bagi pemberdayaan masyarakat berbasis Al-Qur’an. Kunjungan ini memberikan perspektif baru kepada para mahasiswa tentang bagaimana komunitas muslim di berbagai wilayah menginisiasi gerakan tadabbur dan pengajian Al-Qur’an sebagai landasan utama dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia.

Berinteraksi langsung dengan para pengelola dan santri penghafal Al-Qur’an, mahasiswa Ilmu Hadis mendapatkan wawasan yang tidak ternilai tentang metodologi pembelajaran tahfidz, penguatan nilai-nilai hadis, hingga peran vital kampung berbasis Qur’an dalam menanamkan fondasi keislaman yang moderat dan toleran. Ke depan, pengalaman ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya secara langsung melalui program-program pengabdian masyarakat dan riset interdisipliner.

Secara keseluruhan, KKL Riset Interdisipliner Prodi Ilmu Hadis UIN Salatiga tidak hanya berhasil memperkaya kompetensi keilmuan mahasiswa di bidang studi hadis, tetapi juga membangun kesadaran kritis tentang pentingnya menjaga kerukunan umat, memelihara kearifan lokal, dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora UIN Salatiga dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar. Ia berharap, praktik baik dari perjalanan akademik ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi bagian dari komitmen FUADAH untuk turut serta mencerdaskan bangsa melalui penguatan moderasi beragama dan pengembangan ilmu-ilmu keislaman yang inklusif.