Salatiga, 9 Maret 2026. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora UIN Salatiga menggelar kegiatan Buka Bersama (Bukber) pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan yang dibalut nuansa kekeluargaan dan kebersamaan ini menjadi salah satu agenda istimewa HMPS Ilmu Hadis dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadan 1447 H.
Kegiatan bukber tahun ini terasa semakin bermakna dengan hadirnya tamu istimewa dari Pondok Pesantren Darul Hadlanah, yaitu Bapak Ghufron Ma’ruf, M.Ag. selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hadlanah, beserta para santri yang turut hadir memeriahkan suasana. Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri yang mempererat jalinan silaturahmi antara civitas akademika Program Studi Ilmu Hadis UIN Salatiga dengan komunitas pesantren.
Dari jajaran civitas akademika, tampak hadir Bapak Ulfi Putra Sany selaku Ketua Program Studi Ilmu Hadis, Ibu Rina Susanti selaku Sekretaris Jurusan, serta Bapak Kholid Asnawi selaku Staf Program Studi. Kehadiran para pimpinan jurusan ini mencerminkan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan mahasiswa yang bernilai positif, khususnya yang mempererat hubungan antara kampus dan lembaga pendidikan Islam di sekitarnya.
Dalam sambutannya, Bapak Ulfi Putra Sany menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan buka bersama yang mempertemukan mahasiswa, pimpinan jurusan, dan santri pesantren dalam satu majelis yang penuh berkah. Beliau menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat hubungan antara perguruan tinggi Islam dan pesantren sebagai dua pilar utama pendidikan Islam di Indonesia, yang sesungguhnya memiliki misi dan ruh yang satu, yaitu melahirkan generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.
Sementara itu, Bapak Ghufron Ma’ruf, M.Ag. selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hadlanah dalam tausiyah singkatnya menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati para hadirin. Beliau mengingatkan bahwa bulan Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperdalam ilmu, memperbanyak amal, dan mempererat silaturahmi antar sesama Muslim. Beliau juga memberikan apresiasi yang tulus kepada HMPS Ilmu Hadis atas inisiatif yang sangat baik dalam menyelenggarakan kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan para santri dua komunitas penuntut ilmu yang sejatinya berjalan dalam satu jalur perjuangan yang sama.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para mahasiswa HMPS Ilmu Hadis dan para santri Pondok Pesantren Darul Hadlanah tampak larut dalam suasana persaudaraan yang tulus, saling berbagi cerita, pengalaman, dan semangat dalam menimba ilmu. Ibu Rina Susanti dan Bapak Kholid Asnawi pun terlihat berbaur dengan hangat bersama para mahasiswa dan santri, memperkuat kesan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah pertemuan hati yang sesungguhnya.
Menjelang azan Maghrib berkumandang, seluruh hadirin bersama-sama menantikan waktu berbuka dengan khusyuk. Doa bersama dipanjatkan, memohon kepada Allah SWT. agar kegiatan silaturahmi ini senantiasa membawa keberkahan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menjadi amal shalih yang diterima di sisi-Nya. Tepat ketika suara azan Maghrib menggema, ratusan tangan bersama-sama meraih hidangan, mengawali buka puasa dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.
Ketua HMPS Ilmu Hadis, Haekal Fardani, dalam keterangannya usai kegiatan menyampaikan harapannya agar silaturahmi antara HMPS Ilmu Hadis dengan Pondok Pesantren Darul Hadlanah dapat terus berlanjut dan semakin erat ke depannya. “Kegiatan seperti ini sangat penting bagi kami. Kami ingin HMPS Ilmu Hadis tidak hanya aktif di dalam kampus, tetapi juga mampu membangun jembatan yang kuat dengan komunitas-komunitas Islam di luar kampus, khususnya pesantren yang memiliki tradisi keilmuan hadis yang sangat kaya,” ujarnya.
Kegiatan Buka Bersama HMPS Ilmu Hadis 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa semangat ukhuwah dan kolaborasi antara kampus dan pesantren terus hidup dan tumbuh subur. Di bulan yang penuh rahmat ini, HMPS Ilmu Hadis sekali lagi membuktikan diri sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya peduli pada pengembangan akademis, tetapi juga aktif membangun ekosistem keilmuan dan keislaman yang hangat, inklusif, dan penuh keberkahan.


