Perkuat Jejaring Akademik, Mahasiswa AFI UIN Salatiga Gali Tren Riset Digital di UIN Sunan Ampel Surabaya

SURABAYA, 28 April 2028 — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga kembali memperkuat jejaring akademiknya melalui implementasi kerja sama dan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada hari Selasa, 28 April 2028. Kerja sama strategis ini diwujudkan secara nyata melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bagi para mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) UIN Salatiga.Kehadiran rombongan KKL dari FUADAH UIN Salatiga dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Benny Ridwan, M.Ag., dan turut didampingi oleh Kaprodi AFI, Erkham Maskuri Lc., M.S.I. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Benny Ridwan menyampaikan bahwa tujuan utama dari kunjungan KKL ini adalah untuk membekali mahasiswa dengan wawasan terbaru terkait dinamika ilmu-ilmu keislaman di era modern. “Kunjungan ini merupakan langkah konkret dari implementasi MoU kita, di mana mahasiswa Prodi AFI dapat terjun dan belajar langsung mengenai perkembangan dan transformasi keilmuan yang telah berjalan dengan sukses di lingkungan UIN Sunan Ampel,” ungkap beliau.Rombongan tersebut disambut dengan penuh kehangatan oleh Dekan FUF UINSA Surabaya, Prof. Abdul Kadir Riyadi, PhD. Beliau menyambut baik inisiatif FUADAH UIN Salatiga serta memaparkan berbagai lompatan akademik dan inovasi yang tengah digalakkan oleh institusinya untuk menghadapi tantangan zaman. Sebagai materi inti KKL, mahasiswa AFI mendapatkan wawasan komprehensif mengenai “Tren Riset dan Transformasi Keilmuan” yang dibawakan oleh pihak FUF UINSA. Salah satu pemaparan utamanya adalah bagaimana institusi melakukan transisi dari kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menuju Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum tersebut dikembangkan dengan metode backward design untuk memastikan tercapainya hasil belajar lulusan yang terukur dan perbaikan berkelanjutan.Lebih lanjut, pemaparan materi sangat menyoroti terobosan terkait kebijakan tugas akhir mahasiswa. Saat ini, telah dibuka jalur alternatif berupa publikasi artikel ilmiah pada jurnal yang setara bobotnya dengan skripsi konvensional. Karya ilmiah tersebut ditargetkan untuk dipublikasikan pada jurnal terakreditasi minimal SINTA 3 bagi program studi non-Sains dan Teknologi, hingga jurnal bereputasi global (Scopus).Inovasi publikasi ini mendorong pergeseran tajam pada objek riset keilmuan. Jika pada tradisi sebelumnya ekspektasi penelitian mahasiswa bertumpu pada kajian tekstual klasik murni , kini riset didorong untuk menyoroti realitas keberagamaan yang hidup di ruang digital dan media sosial seperti Instagram dan TikTok. Khusus untuk Prodi S1 Aqidah dan Filsafat Islam, tema penelitian terkini telah diarahkan pada diskursus yang relevan dengan disrupsi digital. Fokus tematik yang menjadi unggulan meliputi “Filsafat Islam, Teknologi, dan Transformasi Digital”, “Epistemologi Islam dan Integrasi Ilmu di Era Disrupsi” , serta isu-isu strategis seperti “Teologi Islam dan Dinamika Keberagamaan Kontemporer” dan “Etika dan Filsafat Kemanusiaan dalam Krisis Global”. Kegiatan KKL ini diakhiri dengan diskusi interaktif yang disambut antusias oleh para peserta. Melalui implementasi kerja sama ini, diharapkan mahasiswa Prodi AFI FUADAH UIN Salatiga dapat semakin adaptif terhadap transformasi epistemologis di era algoritma, serta terinspirasi untuk terus menghasilkan karya dan riset filsafat yang relevan dengan tantangan sosial dan ruang digital masa kini.