
SURABAYA – Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) mendampingi jajaran pimpinan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH) UIN Salatiga melaksanakan kegiatan benchmarking (studi tiru) ke Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Kunjungan strategis ini berfokus pada tema “Tren Riset dan Transformasi Keilmuan”, khususnya terkait adaptasi kajian keislaman di era digital.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi UIN Salatiga menyoroti langkah progresif FUF UINSA yang berhasil melakukan pergeseran tajam pada objek riset mahasiswanya, yakni dari yang sebelumnya berfokus pada kajian teks murni bergeser menuju realitas keberagamaan di ruang digital dan media sosial seperti Instagram dan TikTok. Transformasi epistemologis ini dinilai sangat penting agar kajian fakultas keagamaan tidak tertinggal oleh tren baru masyarakat yang kini digerakkan oleh algoritma dan platform digital.
Secara khusus, perwakilan Prodi AFI UIN Salatiga mendalami peta jalan penelitian Prodi S1 AFI di UINSA yang telah disesuaikan dengan era disrupsi. Beberapa tema penelitian unggulan yang kini digarap oleh mahasiswa AFI UINSA antara lain:
- Filsafat Islam, Teknologi, dan Transformasi Digital.
- Epistemologi Islam dan Integrasi Ilmu di Era Disrupsi.
- Teologi Islam dan Dinamika Keberagamaan Kontemporer.
- Etika dan Filsafat Kemanusiaan dalam Krisis Global.
Selain memperbarui tema riset, FUADAH UIN Salatiga juga mempelajari keberhasilan UINSA dalam mengimplementasikan kebijakan Tugas Akhir alternatif. Melalui kebijakan ini, mahasiswa tidak lagi hanya berorientasi pada kelulusan ujian skripsi lokal, melainkan didorong untuk memublikasikan hasil riset digitalnya agar disitasi oleh publik. Kebijakan ini terbukti sukses membuka gerbang publikasi berkualitas tinggi, di mana belasan karya mahasiswa FUF UINSA berhasil menembus jurnal bereputasi nasional dan internasional hingga level SINTA 1 dan Scopus Q1.
Transformasi riset ini juga didukung kuat oleh perombakan kurikulum yang mengintegrasikan fleksibilitas Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Outcome-Based Education (OBE).
Melalui kegiatan benchmarking ini, pimpinan Fakultas FUADAH beserta Prodi AFI UIN Salatiga berharap dapat mengadopsi ekosistem riset digital dan skema publikasi yang telah berjalan di UINSA. Kolaborasi dan pertukaran gagasan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu akademik serta mendorong produktivitas publikasi mahasiswa UIN Salatiga dalam merespons isu-isu keagamaan di era transformasi digital.

