FUADAH UIN SALATIGA DAN RUTAN KELAS IIB BOYOLALI PERKUAT SINERGI MELALUI PERJANJIAN KERJA SAMA

Boyolali, 19 Agustus 2026 — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUADAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali memperkuat sinergi kelembagaan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Agustus 2026. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, pembinaan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung proses pembinaan warga binaan di lingkungan Rutan Kelas IIB Boyolali.

Perjanjian kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara FUADAH UIN Salatiga dan Rutan Kelas IIB Boyolali. Melalui kerja sama ini, kedua lembaga berkomitmen untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi institusi, mahasiswa, maupun warga binaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. supardi, MA selaku Dekan Fuadah UIN Salatiga dan Ervans Bahrudhin Mulyanto, A.Md.I.P., S.H., M.H selaku kepala Rutan Boyolali.

Bagi FUADAH UIN Salatiga, kerja sama dengan Rutan Kelas IIB Boyolali menjadi ruang strategis untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Lingkungan Rutan dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik sekaligus mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi, pendampingan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama ini juga memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUADAH) UIN Salatiga. Sebelumnya, pada 4 Agustus 2026, telah dilaksanakan penyerahan mahasiswa PPL FUADAH UIN Salatiga kepada Rutan Kelas IIB Boyolali. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemasyarakatan dalam memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa.

Melalui PKS ini, kolaborasi yang telah terjalin diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan PPL, tetapi dapat dikembangkan dalam berbagai kegiatan akademik dan sosial lainnya. Mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dinamika kehidupan sosial dan proses pembinaan warga binaan, sementara Rutan dapat memperoleh dukungan akademik melalui keterlibatan sivitas akademika UIN Salatiga.

Dari sisi pembinaan, kerja sama ini juga membuka peluang bagi pengembangan program keagamaan dan pembinaan karakter. Keilmuan yang dimiliki UIN Salatiga, khususnya dalam bidang keislaman, humaniora, dan kebudayaan, dapat diimplementasikan dalam kegiatan yang mendukung penguatan spiritualitas, moralitas, literasi keagamaan, serta pengembangan kapasitas warga binaan.

Selain pendidikan dan pembinaan, kerja sama kedua lembaga juga dapat menjadi landasan bagi pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai persoalan sosial, keagamaan, psikososial, dan kemanusiaan yang berkaitan dengan kehidupan warga binaan dapat menjadi objek kajian akademik yang dilakukan secara etis, kolaboratif, dan berorientasi pada kemanfaatan.

Penandatanganan PKS antara FUADAH UIN Salatiga dan Rutan Kelas IIB Boyolali sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu dan keahlian akademik bagi penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.

Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, FUADAH UIN Salatiga dan Rutan Kelas IIB Boyolali diharapkan dapat membangun kolaborasi yang semakin kuat, terarah, dan berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan mahasiswa, peningkatan kualitas pembinaan warga binaan, serta penguatan kontribusi kedua lembaga bagi masyarakat.

Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.