Oleh: Kaprodi Bahasa dan Sastra Arab FUADAH UIN Salatiga

Tanggal 23 Februari 2026 bukan sekadar baris angka di kalender akademik kita. Tahun ini, tanggal tersebut menandai sebuah awal yang unik: kembalinya kita ke bangku kuliah tepat saat aroma bulan suci Ramadan mulai menyapa. Bagi mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab (BSA), fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan sebuah undangan untuk menyatukan dua kekuatan besar—semangat intelektual dan kedalaman spiritual.

Puasa Bukan Jeda, Tapi Akselerasi

Seringkali muncul stigma bahwa produktivitas akan menurun saat lapar dan haus melanda. Namun, jika kita menilik sejarah peradaban Islam, banyak karya besar lahir justru di masa-masa penuh keprihatinan dan tirakat.

Sebagai mahasiswa BSA, kita adalah penjaga lisan Surga dan pengkaji sastra yang penuh nilai estetika. Memulai kuliah di awal puasa adalah momentum emas untuk mempraktikkan riyadhah (latihan) intelektual. Puasa melatih fokus, dan fokus adalah kunci dalam membedah teks-teks Arab yang presisi.

Persiapan: Lebih dari Sekadar Absensi

Saya menghimbau seluruh mahasiswa untuk tidak datang ke kampus dengan “tangan kosong”. Belajar di perguruan tinggi, apalagi di bawah naungan FUADAH, menuntut kesiapan yang matang:

  1. Amunisi Referensi: Jangan biarkan rak buku Anda berdebu. Siapkan kitab rujukan, kamus al-Munawwir, hingga jurnal-jurnal sastra terbaru. Mahasiswa yang tangguh adalah mereka yang sudah “berkenalan” dengan materi sebelum dosen menyampaikannya.
  2. Manajemen Energi: Transisi waktu di bulan Ramadan memang menantang. Aturlah ritme belajar. Gunakan waktu fajar untuk membaca (muthala’ah) saat pikiran masih segar setelah sahur.
  3. Integritas dan Adab: Di BSA, kita tidak hanya belajar bahasa, tapi juga adab. Jadikan setiap perkuliahan sebagai ruang diskusi yang santun, kritis, dan penuh rasa hormat.

Pesan Untuk Mahasiswa

“Ilmu tidak akan memberikan sebagian dirinya kepadamu, sampai kamu memberikan seluruh dirimu untuknya.” Ungkapan klasik ini menjadi pengingat bahwa totalitas adalah kunci.

Mari kita jadikan semester genap ini sebagai pembuktian bahwa mahasiswa BSA UIN Salatiga mampu menjaga ritme akademik tetap tinggi meski raga sedang berpuasa. Jadikan setiap huruf Arab yang kita pelajari dan setiap bait syair yang kita analisis sebagai tasbih kita di bulan yang mulia ini.

Selamat kembali ke kampus hijau, Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora, Program Studi Bahasa dan Sastra ARab. Selamat menyelami samudera ilmu di tengah indahnya bulan Ramadan tahun ini, 1447 H.