SALATIGA, 12 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana untuk masa bakti 2026. Bertempat di Ruang C9, kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi BSA guna memberikan pengarahan strategis kepada seluruh pengurus baru.

Dalam arahannya, Kaprodi BSA, Dr. Sri Guno Najib Chaqoqo, menyampaikan lima poin krusial yang harus menjadi pedoman mahasiswa dalam menjalankan roda organisasi selama satu tahun ke depan.

1. Program yang Realistis

Kaprodi menekankan agar HMPS tidak sekadar mengejar kuantitas program kerja. “Buatlah program yang realistis dan dapat dieksekusi dengan baik,” tegas beliau di hadapan para pengurus.

2. Manajemen Sumber Daya

Setiap agenda yang dirancang wajib memperhitungkan tiga variabel utama: efisiensi waktu, ketepatan biaya, dan ketersediaan tenaga. Hal ini bertujuan agar program kerja tidak menjadi beban yang justru menghambat akademik mahasiswa.

3. Ketepatan Waktu Anggaran (DIPA)

Terkait urusan administratif keuangan, Kaprodi mengingatkan bahwa seluruh penyerapan anggaran yang berkaitan dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) harus diselesaikan maksimal pada bulan Oktober. Ketepatan waktu ini krusial untuk menjaga stabilitas laporan keuangan prodi.

(Ketua HMPS BSA Nisfa Maulida)

4. Budaya Transparansi dan Koordinasi

Organisasi yang sehat lahir dari komunikasi yang sehat. Kaprodi menginstruksikan agar koordinasi dilakukan secara terbuka dan transparan. “Jangan ada yang ditutup-tutupi. Koordinasi yang baik adalah kunci suksesnya sebuah tim,” tambahnya.

5. Menjaga Kekompakan

Sebagai penutup, beliau berpesan agar seluruh pengurus tetap menjaga kekompakan (soliditas) di tengah dinamika organisasi yang mungkin terjadi ke depan.

Rapat kerja ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid bagi HMPS BSA 2026 untuk mengabdi dan membawa nama baik Program Studi Bahasa dan Sastra Arab ke tingkat yang lebih tinggi.