SALATIGA – Mengawali pekan keempat di bulan Februari, jajaran pimpinan fakultas menyelenggarakan rapat koordinasi mingguan pada Senin (23/2). Bertempat di Ruang Rapat Lantai 2, pertemuan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi). Rapat strategis ini bertujuan untuk menyinkronkan langkah dalam menghadapi berbagai agenda besar fakultas yang telah terjadwal di kalender akademik tahun 2026.

Dipimpin langsung oleh Dekan, Prof. Dr. Supardi, M.A., dengan didampingi oleh Wakil Dekan selaku pemandu jalannya diskusi, suasana rapat berlangsung dinamis namun tetap formal. Dalam arahannya, Dekan menekankan pentingnya sinergi antar-prodi guna memastikan seluruh pelayanan akademik dan administratif berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan, terutama dalam menyelesaikan kendala-kendala teknis yang muncul di lapangan.
Agenda utama rapat mencakup pembahasan mendalam mengenai kegiatan bulanan dan semesteran. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan adalah teknis pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) serta persiapan menghadapi visitasi akreditasi melalui instrumen AL ILHA dan PEPA SPI. Selain itu, jadwal ujian komprehensif mahasiswa juga menjadi bahasan penting demi menjamin kelancaran proses kelulusan tepat waktu.

Partisipasi aktif terlihat dari seluruh pimpinan prodi, termasuk dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Kaprodi BSA, Dr. Sri Guno Najib Chaqoqo, M.A., bersama Sekretaris Prodi BSA, tampak terlibat intens dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Keduanya memberikan berbagai masukan konstruktif terkait persoalan mendesak yang harus segera diselesaikan di tingkat prodi agar tidak menghambat performa fakultas secara keseluruhan. Misalnya terkait mata kuliah, KRS, dan persoalan teknis lainnya.
Pertemuan yang berakhir tepat pada pukul 10.00 WIB ini menghasilkan sejumlah poin kesepakatan dan rencana aksi nyata. Melalui koordinasi rutin seperti ini, diharapkan setiap hambatan dalam pelaksanaan KKL maupun persiapan akreditasi dapat dimitigasi sejak dini. Semangat kolaborasi ini menjadi modal utama fakultas dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.
