SALATIGA – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH) terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi mahasiswa. Salah satu fokus utama yang kini menjadi perhatian adalah penyediaan fasilitas gedung yang representatif guna mendukung kegiatan akademik maupun non-akademik di lingkungan kampus 2.

Aspirasi ini muncul seiring dengan meningkatnya intensitas kegiatan mahasiswa, seperti diskusi ilmiah dan seminar berskala besar. Saat ini, keterbatasan ruang aula di internal fakultas seringkali membuat agenda organisasi mahasiswa (Ormawa) harus dilaksanakan di lokasi yang cukup jauh, seperti Aula Syariah atau Auditorium di Kampus 3.
Optimalisasi Ruang dan Fasilitas Dasar
Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Dr. Sri Guno Najib Chaqoqo, M.A., memberikan dukungan penuh terhadap usulan penataan ruang di lingkungan fakultas. Menurutnya, kampus harus mampu menghadirkan mileu atau lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang intelektual mahasiswa.”Kehadiran program studi harus memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, tidak hanya secara sosial dan ekonomi, tetapi juga secara keilmuan. Hal ini hanya bisa dicapai jika kita memiliki fasilitas yang memadai untuk mendiseminasikan ilmu pengetahuan tersebut,” ungkapnya.
Beberapa poin strategis yang menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan antara lain;
Penyediaan Aula Mandiri:
Adanya aula yang mampu menampung lebih dari 200 peserta tanpa harus mengganggu jadwal perkuliahan reguler. Optimalisasi gedung yang belum terpakai atau penataan ulang ruang Ormawa dipandang sebagai solusi yang memungkinkan.
Kehadiran Kantin Kampus:
Sebagai bagian dari pemenuhan fasilitas dasar, kehadiran kantin di Kampus 2 menjadi prioritas untuk menunjang kenyamanan mahasiswa dalam beraktivitas di lingkungan kampus.
Kesiapan Penyambutan Mahasiswa Baru 2026:
Pembenahan ini diharapkan dapat rampung atau segera terealisasi guna menyambut kedatangan mahasiswa baru tahun akademik 2026.
Transformasi Pelayanan Mahasiswa
Senada dengan aspirasi dari Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Farid Hasan, M.Hum, pembenahan fasilitas ini bukan sekadar urusan fisik bangunan, melainkan bentuk nyata dari peningkatan standar pelayanan publik. Dengan adanya aula yang representatif di dalam fakultas, koordinasi antar-himpunan mahasiswa akan menjadi lebih efektif dan efisien.
Harapannya, melalui koordinasi yang baik dengan pihak universitas, usulan ini dapat segera ditindaklanjuti. Transformasi fasilitas ini menjadi langkah krusial bagi FUADAH untuk memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan akademik yang nyaman dan inspiratif bagi seluruh sivitas akademika.
