Salatiga- Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dosen pada pagi ini. Agenda konsolidasi ini bertujuan menyelaraskan tata kelola kelembagaan sekaligus merumuskan solusi atas kebutuhan akademik mahasiswa semester akhir.

Dalam pemaparannya, Wakil Dekan II FUADAH, Dr. M. Ghufron, memaparkan empat pilar utama untuk memastikan organisasi fakultas berjalan dengan baik, yaitu:
Ideologi berjalan baik: Penyelarasan visi dan nilai-nilai utama fakultas.
SDM tercukupi: Ketersediaan tenaga pendidik dan kependidikan yang memadai.
Sarana prasarana representative: Fasilitas penunjang belajar-mengajar yang kondusif.
Anggaran akuntabel: Pengelolaan keuangan yang tersedia dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di samping penyampaian arah kebijakan fakultas, rapat koordinasi turut diwarnai pembahasan teknis perkuliahan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) Bahasa dan Sastra Arab (BSA).
Pihak prodi BSA mengangkat kondisi khusus mahasiswa semester 7 yang saat ini masih harus mengambil dua mata kuliah, bersamaan dengan kewajiban mengikuti Kegiatan Pengabdian Masyarakat. Kondisi tumpang tindih ini dinilai memerlukan perlakuan khusus (special treatment) agar kedua kewajiban tersebut dapat berjalan berdampingan tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran maupun efektivitas kegiatan di lapangan.Sebagai langkah tindak lanjut, fakultas dan tim prodi menyepakati penyesuaian skema perkuliahan bagi mahasiswa terdampak. Pembelajaran akan difasilitasi melalui mekanisme khusus, seperti penyesuaian jadwal, optimalisasi tugas berbasis penugasan lapangan (project-based learning), serta pemanfaatan media pembelajaran hybrid atau online.
Sinergi antara pengelola fakultas, pengelola prodi, dan dosen pengampu ini diharapkan mampu memberikan kepastian akademik bagi mahasiswa, sehingga kegiatan pengabdian masyarakat dapat terlaksana maksimal tanpa mengabaikan ketuntasan mata kuliah yang tersisa.
(Staf redaksi BSA)
