SALATIGA – Program Studi (Prodi) Ilmu Hadis UIN Salatiga tengah menjalani momen penting. Mulai tanggal 13 hingga 15 April 2026, tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) datang langsung ke kampus untuk melakukan asesmen lapangan atau penilaian kualitas prodi.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Salatiga. Dalam arahannya, Rektor menekankan betapa pentingnya peran Prodi Ilmu Hadis dalam menjaga dan mengembangkan keilmuan Islam. Begitu besarnya urgensi ilmu ini, Rektor bahkan melontarkan wacana dari Dirjen Dikti yang berkali-kali menyampaikan untuk membentuk fakultas baru di masa depan. “Ilmu Hadis adalah jantungnya pengembangan keilmuan Islam. Ke depan, ada wacana untuk membuka Fakultas Al-Qur’an dan Hadis agar kajiannya bisa lebih fokus dan mendalam,” ungkap Rektor.

Dukungan Penuh untuk Predikat Unggul

Semangat meraih nilai terbaik tidak hanya datang dari internal Prodi Ilmu Hadis. Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) juga hadir memberikan dukungan moral yang kuat. Menurutnya, kerja sama antar-prodi sangat penting agar Ilmu Hadis sukses meraih akreditasi Unggul.

Kehadiran dua asesor dari BAN-PT, yaitu Prof. Dr. Arifuddin Ahmad dan Prof. Dr. Uswatun Hasanah, M.Ag, disambut hangat oleh seluruh civitas akademika. Proses penilaian ini mencakup pengelolaan, fasilitas, metode pembelajaran, hingga kualitas riset dan pengabdian yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa.

Dengan adanya dukungan penuh dari pimpinan universitas dan sinergi antar-jurusan, keluarga besar UIN Salatiga optimis bahwa Prodi Ilmu Hadis akan menjadi salah satu program studi terbaik yang mampu mencetak ahli hadis masa depan.