GROBOGAN – Pentingnya penyelamatan informasi melalui alih media menjadi fokus utama bagi mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Semester Antara kali ini. Dua mahasiswa, Izul Muna dan Risma Ainur Rofiah, terjun langsung untuk mendalami tata kelola kearsipan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Grobogan.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai 6 Januari 2026 hingga 20 Februari 2026 ini diawali dengan pengenalan ruang lingkup kerja lembaga. Sebagai lembaga teknis daerah, Dinarpusda Grobogan memiliki peran strategis dalam pengelolaan arsip dinamis maupun statis, serta layanan perpustakaan umum.

Salah satu agenda krusial yang diikuti oleh Izul dan Risma adalah proses alih media atau digitalisasi arsip. Di era informasi saat ini, preservasi digital menjadi ujung tombak untuk menjaga kelestarian dokumen fisik yang rentan rusak. Mahasiswa diajak untuk melihat dan mempraktikkan langsung cara kerja pengarsipan menggunakan teknologi pemindaian (scanner).

“Kami berkesempatan mengamati langsung bagaimana arsip vital dan statis dialihmediakan. Proses ini tidak semata-mata memindai dokumen, tetapi juga memastikan kualitas image dan metadata agar informasi tetap otentik dan mudah ditemukan kembali (retrievable),” ujar Izul Muna mengenai pengalamannya.

Kegiatan alih media ini sejalan dengan salah satu jenis layanan unggulan di Dinarpusda Grobogan, yaitu Layanan Alih Media Arsip Statis/Vital. Bagi mahasiswa, praktik ini merupakan jembatan emas untuk menghubungkan teori preservasi yang didapat di bangku kuliah dengan realitas teknis di lapangan.

Selain aspek teknis digitalisasi, Risma Ainur Rofiah menambahkan bahwa pemahaman terhadap alur kerja instansi pemerintah juga menjadi pelajaran berharga. “Kami belajar bahwa manajemen kearsipan modern membutuhkan ketelitian tinggi dan adaptasi teknologi yang terus menerus. Ini bekal penting bagi kami sebagai calon profesional informasi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan PKL Mandiri ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis seperti katalogisasi atau sirkulasi semata, tetapi juga memiliki wawasan luas mengenai manajemen aset informasi daerah yang bernilai sejarah dan administratif.