Salatiga, 4 April 2024 — Dosen dan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis UIN Salatiga melaksanakan kegiatan edukatif dan pengabdian masyarakat melalui pengajaran hadis kepada para santri di TPQ sekitar Salatiga. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengajaran baca tulis Al-Qur’an, namun juga memperkenalkan nilai-nilai hadis secara aplikatif kepada anak-anak usia dini.
Kegiatan yang berlangsung selama 1 (satu) bulan ini bertujuan untuk membumikan ilmu hadis melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan. Dosen dan Mahasiswa menyampaikan hadis-hadis pendek yang berkaitan dengan adab harian, seperti adab makan, salam, serta akhlak kepada orang tua dan sesama. Kegiatan ini tersebar di beberapa masjid di sekitaran Salatiga, seperti masjid at-Taqwa di Kembangarum, TPQ Madinatul Qur’an Sidomukti dan TPQ Masjid Jami’ Asy-Syukur Cabean dan Mushola Al-Mukmin Banyubiru.
Menurut koordinator kegiatan, Farras, kegiatan ini menjadi wadah aktualisasi keilmuan yang diperoleh selama perkuliahan. “Kami mencoba menerapkan langsung materi-materi hadis yang kami pelajari di kampus, tetapi kami sesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak,” ujarnya.

Dalam semangat menghidupkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat, sekelompok mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pengajaran hadis Nabi Muhammad di TPQ dan majelis taklim setempat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, namun juga sebagai bentuk konkret kontribusi akademik terhadap kehidupan umat.
“Ini bukan sekadar mengajar, tapi bagian dari pengabdian kami untuk menyampaikan risalah Nabi kepada generasi muda,” ujar Sulkhan salah satu mahasiswa Ilmu Hadis. Ia menambahkan bahwa hadis merupakan sumber utama ajaran Islam setelah Al-Qur’an, sehingga penting untuk dikenalkan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa berharap dapat menanamkan cinta kepada sunnah Nabi dan membangun kesadaran akan pentingnya akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat. Pengabdian ini diharapkan menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi perubahan positif di lingkungan sekitar. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan langsung dosen Ilmu Hadis, yaitu Ibu Miftachur Rif’ah, M.Ag. yang juga secara berkala melakukan kunjungan dan mengisi kegiatan di TPQ-TPQ tersebut. Beliau juga memberikan supervisi dalam penyusunan materi, strategi penyampaian, serta melakukan evaluasi kegiatan secara berkala. Beliau menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa. “Ini menjadi praktik baik yang menunjukkan bahwa ilmu hadis tidak hanya diajarkan secara akademik, tetapi juga dapat disampaikan secara membumi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menyebarkan hadis Nabi SAW yang mampu menjangkau berbagai kalangan, khususnya generasi muda, dengan metode yang komunikatif dan edukatif
