Berikut ini penjelasan singkat dan mudah dipahami untuk masing-masing tema dalam Cluster Bahasa (Linguistik) dan Cluster Sastra pada Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Penjelasan ini dirancang untuk membantu mahasiswa mendapatkan gambaran awal sebelum menentukan topik skripsi atau penelitian. Di samping itu, agar mahasiswa memiliki orientasi penelitian sejak awal terkait referensi yang dibutuhkan.

1. Cluster Bahasa (Linguistik)

Fokus kluster ini adalah mengkaji bahasa Arab sebagai sebuah sistem komunikasi, baik dari segi struktur internalnya (tata bahasa) maupun fungsi sosial dan maknanya.

  1. Nahwu: Kajian tentang struktur kalimat bahasa Arab (sintaksis), perubahan harakat akhir kata (i’rab), dan posisi kata dalam kalimat untuk menentukan makna yang benar.
  2. Sharaf: Kajian tentang perubahan bentuk kata dasar (morfologi) dalam bahasa Arab menjadi berbagai bentuk turunan (tashrif), seperti perubahan dari kata kerja menjadi kata benda atau pelaku.
  3. Pragmatik: Kajian tentang makna bahasa Arab yang disesuaikan dengan konteks situasi penuturnya. Fokusnya adalah memahami maksud tersembunyi atau implikasi di balik sebuah ucapan.
  4. Semantik: Kajian tentang makna bahasa (‘ilm al-dalalah), baik makna leksikal (kamus), makna gramatikal, maupun bagaimana makna sebuah kata Arab bergeser dan berkembang.
  5. Sosiolinguistik: Kajian tentang hubungan antara bahasa Arab dengan masyarakat. Contohnya seperti dialek (lahjah), bilingualisme, atau bagaimana faktor sosial (gender, usia, kelas sosial) memengaruhi cara berbahasa Arab.
  6. Analisis Wacana: Kajian terhadap teks bahasa Arab yang lebih besar dari sekadar kalimat (seperti khutbah, berita, pidato, atau dialog) untuk melihat bagaimana ideologi, kekuasaan, atau pesan disampaikan secara utuh.
  7. Balaghah: Ilmu retorika Arab tradisional yang mempelajari keindahan, keserasian, dan kefasihan bahasa. Kluster ini terbagi menjadi tiga cabang utama: Ma’ani (kesesuaian konteks), Bayan (gaya bahasa/metafora), dan Badi’ (keindahan lafal/makna).
  8. Semiotik (Bahasa): Kajian tentang tanda dan lambang dalam komunikasi berbahasa Arab, baik tanda verbal maupun non-verbal, untuk mengungkap makna atau ideologi di baliknya.

2. Cluster Sastra

Fokus kluster ini adalah mengkaji produk karya sastra Arab (seperti puisi, novel, cerpen, drama, atau teks klasik) menggunakan berbagai teori dan pendekatan kritik sastra modern maupun klasik.

  1. Adab Muqaran (Sastra Banding): Kajian yang membandingkan antara karya sastra Arab dengan karya sastra bangsa lain (misalnya sastra Indonesia atau Inggris), baik dari segi pengaruh, kemiripan tema, maupun struktur.
  2. Strukturalisme Sastra: Pendekatan yang fokus mengkaji unsur-unsur intrinsik di dalam karya sastra itu sendiri (seperti tema, tokoh, alur, latar, dan sudut pandang) tanpa mengaitkannya dengan kehidupan nyata penulis atau sejarah.
  3. Sosiologi Sastra: Kajian yang melihat hubungan antara karya sastra Arab dengan realitas sosial. Sastra dipandang sebagai cerminan kondisi sosial budaya masyarakat Arab pada masa karya tersebut ditulis.
  4. Semiotik (Sastra): Kajian yang membedah tanda-tanda, simbol, atau metafora yang sengaja disisipkan oleh pengarang ke dalam karya sastra Arab untuk menemukan makna yang lebih mendalam.
  5. Psikologi Sastra: Kajian yang menganalisis aspek kejiwaan manusia dalam karya sastra Arab. Bisa berupa analisis kondisi psikologis tokoh-tokoh dalam cerita, maupun kondisi psikologis pengarangnya.
  6. Resepsi Sastra: Kajian yang fokus pada tanggapan, sambutan, atau reaksi para pembaca/kritikus terhadap sebuah karya sastra Arab sepanjang sejarah.
  7. Kritik Feminisme: Kajian sastra yang menggunakan kacamata kesetaraan gender. Tujuannya untuk melihat bagaimana posisi, peran, ketertindasan, atau perjuangan perempuan digambarkan dalam karya sastra Arab.
  8. Kritik Marxis: Kajian sastra yang menganalisis konflik kelas sosial, isu ekonomi, dan dominasi kaum penguasa terhadap kaum tertindas yang tercermin dalam karya sastra Arab.
  9. Stilistika (Ilmu al-Uslub): Kajian interdisipliner antara bahasa dan sastra yang meneliti gaya bahasa khusus yang digunakan oleh seorang sastrawan dalam karyanya (pilihan kata, struktur kalimat unik, ritme) untuk menciptakan efek estetis.
  10. Ilmu Arudh dan Qawafi: Ilmu spesifik sastra Arab klasik untuk membedah puisi (Syi’ir). Arudh mempelajari pola metrum/ritme bait puisi (wazan/bahr), sedangkan Qawafi mempelajari aturan rima (sajak) di akhir bait puisi.