SALATIGA – Dalam rangka menciptakan lingkungan akademik yang lebih baik dan responsif, jajaran pimpinan fakultas menggelar forum Public Hearing (Dengar Pendapat) bersama mahasiswa pada Kamis pagi (4/6). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Masjid Attayyar, Kampus 3, dan dihadiri langsung oleh Dekan, Wakil Dekan II, Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha, serta Ketua Program Studi (Kaprodi) serta Sekprodi BSA, SPI, PSI, AFI, dan IAT.

Forum ini menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai keluh kesah, evaluasi, serta tuntutan terkait fasilitas kampus dan pelayanan akademik. Sejumlah perwakilan mahasiswa, termasuk dari prodi IAT dan Psikologi Islam (PSI), memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan poin-poin aspirasi penting.
Poin-Poin Aspirasi Mahasiswa
Beberapa isu krusial yang mengemuka dalam diskusi tersebut terbagi ke dalam tiga aspek utama:
Fasilitas Belajar dan Penunjang Kampus: Mahasiswa menyoroti keterbatasan fasilitas penunjang yang dinilai kurang memadai sejak tahun 2022, seperti jaringan Wi-Fi yang tidak stabil, kondisi bangku kuliah, serta proyektor kelas yang sering bermasalah. Selain itu, ketiadaan kantin sejak tahun 2022 dan kurangnya jumlah gazebo sebagai ruang diskusi ruang terbuka (outdoor) juga menjadi keluhan yang cukup disorot.
Fasilitas Khusus dan Kenyamanan Mahasiswi:
Perwakilan mahasiswi IAT menyampaikan urgensi perbaikan privasi dan kebersihan fasilitas ibadah. Di antaranya adalah kondisi tempat wudhu putri yang dinilai masih terlalu terbuka, pintu kamar mandi di Gedung C dan Gedung D yang agak terawang/transparan, serta fasilitas mukena di tempat ibadah yang banyak dalam kondisi kotor.
Informasi Akademik dan Rencana Relokasi: Mahasiswa semester atas mengeluhkan seringnya keterlambatan informasi mengenai pelaksanaan ujian penting, seperti ujian Komprehensif (Kompre), Seminar Proposal (Sempro), dan agenda kelulusan lainnya. Di sisi lain, mahasiswa prodi PSI menagih realisasi janji pemindahan perkuliahan ke Kampus 3 yang sempat diwacanakan sejak masa PBAK 2024 namun belum terealisasi hingga saat ini.
Tanggapan Pimpinan Fakultas
Mendengar langsung rentetan aspirasi tersebut, Dekan bersama Wakil Dekan II, Kabag, dan Kaprodi IAT memberikan respons secara langsung dan bergantian. Pihak dekanat menyambut baik sikap kritis mahasiswa dan menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti evaluasi teknis lapangan.Terkait perbaikan fasilitas fisik seperti pintu toilet yang transparan, tempat wudhu, penyediaan mukena bersih, serta optimalisasi proyektor dan Wi-Fi, pihak jajaran Wade II dan Kabag berjanji akan melakukan koordinasi cepat dengan bagian sarana dan prasarana (Sarpras) agar penanganan bisa dilakukan dalam waktu dekat. Sementara untuk isu keterlambatan informasi akademik dan kejelasan relokasi prodi PSI, pimpinan menegaskan akan melakukan evaluasi internal di tingkat prodi dan bagian akademik agar pola komunikasi ke depan bisa berjalan lebih taktis dan tepat waktu.

Di barisan kursi undangan, tampak hadir pula Kaprodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) yang ikut menyimak dengan saksama seluruh jalannya penyampaian aspirasi. Kehadiran para ketua prodi ini mempertegas komitmen kolektif seluruh unsur jurusan di fakultas untuk saling bersinergi dalam mengawal perbaikan pelayanan mutu bagi mahasiswa ke depan.
Acara Public Hearing ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi yang dua arah dan konstruktif antara pihak birokrasi fakultas dan seluruh elemen mahasiswa.
