SALATIGA, 28 September 2026 – Kolaborasi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) serta Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) Fakultas Syariah UIN Salatiga menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Arabic Literary Style in Prophetic Hadith: Between Normative Text and Literary Expression” (الأسلوب الأدبي في الحديث النبوي: بين النص المعياري والتعبير الأدبي) di Aula Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Acara yang dirancang dan disiapkan sejak awal oleh Ketua Prodi (Kaprodi) dan Sekretaris Prodi (Sekprodi) dari BSA maupun ILHA ini menghadirkan para pakar internasional dan nasional guna membedah aspek kebahasaan dan nilai estetika sastra dalam matan hadis Nabi Muhammad SAW.
Seminar Internasional ini menghadirkan Tamer Saad Ibrahim Khedr (Prof. Tamir) dari Canal Suez University Mesir sebagai Keynote Speaker. Selain itu, jajaran narasumber ulung turut memaparkan materi, di antaranya Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A. (Universitas Gadjah Mada) dan Prof. Dr. Hj. Salamah Noor Hidayati, M.Ag. (UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung), dengan dipandu oleh Dr. Hj. R.A. Mulia Nur Aminah, Lc., M.Ag. selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Prof. Tamir menekankan keistimewaan komunikasi Nabi Muhammad SAW yang mampu berbicara menggunakan ragam dialek (lahjah) yang berbeda-beda menyesuaikan dengan latar belakang lawan bicaranya. Menariknya, meskipun lahjah yang digunakan berganti-ganti sesuai audiens, seluruh ragam dialek tersebut tetap dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat Arab pada masa itu.
Sementara itu, Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A. mengulas kedudukan sastra dalam hadis dan budaya oral masyarakat Arab. Beliau menjelaskan bahwa struktur hadis yang ringkas (ijaz), simetris, repetitif, dan metaforis bukan sekadar hiasan estetika semata, melainkan mekanisme retoris (mnemonik) yang memudahkan pesan-pesan kenabian untuk diingat, diulang, dan diwariskan lintas generasi.

Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Dr. Hj. Salamah Noor Hidayati, M.Ag. menguraikan bahwa teks normatif dan ekspresi sastrawi dalam matan hadis merupakan satu kesatuan fungsional (jawami’ al-kalim). “Uslub sastrawi bukan sekadar lapisan hiasan di luar pesan hukum, melainkan media atau jalan utama (madkhal) yang melaluinya nilai-nilai syariat tersampaikan secara presisi,” ungkapnya.
Inisiasi dan persiapan matang dari pimpinan Prodi BSA dan ILHA sejak awal pembentukan acara tercermin dari antusiasme para peserta. Seminar ini berhasil membuka wawasan baru bagi mahasiswa dan akademisi mengenai pentingnya mengawinkan pendekatan keilmuan bahasa/sastra Arab dengan kajian ma’anil hadis.
Melalui agenda internasional ini, UIN Salatiga kembali menegaskan komitmennya sebagai Green Wasathiyah Campus dan bagian dari kementerian yang berdampak bagi pengembangan keilmuan Islam bernilai global.
