SALATIGA – Dalam upaya menyelamatkan dan melestarikan warisan intelektual Islam Nusantara, tim gabungan yang terdiri dari personil program DREAMSEA (Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia) PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – CSMC Universitas Hamburg bersama sejumlah dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH) UIN Salatiga menyelenggarakan kegiatan digitalisasi naskah kuno. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 22 September hingga 9 Oktober 2026.

Tim rersiri dari Ahmad Alfan Rikza (Academic Expert/dosen SPI), Matrokhim (Asisten Academic Expert/dosen BSA), Almer Samantha Hidaya (Fotografer/dosen PSI), Warin Darsono (Asisten Fotografer), Muchoyar Umami (Videografer)

Digitalisasi difokuskan pada koleksi manuskrip kuno karya dan milik ulama sepuh tersohor asal Salatiga, yaitu KH. Zubair dan KH. Sumyani. Naskah-naskah kuno yang mayoritas berbahasa Arab tersebut memuat berbagai khazanah keilmuan Islam, pemikiran keagamaan, serta catatan sejarah penting yang bernilai tinggi.

Seluruh proses preservasi digital ini dilaksanakan di ruang kedap suara yang berlokasi di Lantai 3 Laboratorium FUADAH UIN Salatiga. Fasilitas tersebut dimanfaatkan guna memastikan proses pemotretan dan perekaman digital berjalan secara optimal dan aman bagi kondisi fisik naskah yang rentan.

Kegiatan ini turut disaksikan dan disambut hangat oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Salatiga. Kaprodi BSA menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas lembaga dalam menyelamatkan warisan tulisan tangan para ulama ini.

“Digitalisasi ini bukan sekadar merekam halaman demi halaman, melainkan juga mendokumentasikan konteks sosial dan budaya serta menjaga nilai sejarah agar tidak tergerus zaman. Kami sangat mendukung upaya penyelamatan khazanah keilmuan Islam berbahasa Arab milik para ulama Salatiga ini agar kelak dapat diakses dan dipelajari oleh peneliti serta masyarakat luas,” ungkapnya.

Program kolaboratif DREAMSEA bersama UIN Salatiga ini diharapkan tidak hanya menghasilkan arsip digital yang presisi, tetapi juga dapat terus membuka peluang penelitian filologi serta sejarah intelektual Islam di Jawa Tengah pada masa mendatang.